Pedoman ini ditujukan bagi pengelola, kontributor, dan pengunjung situs Tajau Cultural Archives yang berisi prinsip, etika, alur kontribusi, serta standar dasar dokumentasi agar arsip budaya yang dihimpun dapat berkelanjutan, bertanggung jawab, dan bermanfaat luas.
Tajau Cultural Archives merupakan komunitas nirlaba yang didedikasikan untuk pendokumentasian dan pengarsipan seni serta budaya di Kalimantan Timur. Komunitas ini berfokus pada tradisi-tradisi yang bersifat orisinal maupun bentuk seni dan budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Timur, baik kesenian lokal maupun urban.
Pendekatan yang digunakan bersifat sederhana dan berkelanjutan, tanpa mengurangi ketepatan, kepekaan budaya, serta nilai ilmiah dari proses pencatatan. Dokumentasi dilakukan dalam berbagai format seperti audio, video, fotografi, dan catatan deskripsi, agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh komunitas lokal, peneliti, pelaku budaya, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum.
• Pelestarian budaya hidup sebagai bagian dari identits dan memori kolektif.
• Keakuratan dan konteks, dengan menghormati makna budaya setempat.
• Etika dan tanggung jawab, terutama terhadap pelaku dan pemilik tradisi.
• Keterbukaan dan partisipasi, memberi ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi.
• Keberlanjutan arsip, baik secara teknis maupun sosial.
Tajau Cultural Archives mendokumentasikan berbagai wujud kebudayaan di Kalimantan Timur, antara lain:
• Seni pertunjukan (musik, tari, dan teater)
• Praktik adat dan ritual
• Sastra lisan
Fokus ini memungkinkan kami memastikan setiap arsip yang dihimpun memiliki landasan konteks yang kuat, sebelum kemudian dikembangkan ke aspek-aspek budaya lainnya. Perhatian khusus diberikan pada praktik budaya yang memiliki akar kuat di masyarakat namun belum banyak terdokumentasi secara formal.
Komunitas ini bersifat terbuka. Kontribusi dapat dilakukan oleh:
• Anggota komunitas Tajau Cultural Archives
• Individu atau kelompok masyarakat
• Pelaku seni dan budaya
• Peneliti, penulis, dan pemerhati kebudayaan
Setiap kontributor wajib mematuhi panduan etika dan standar dokumentasi yang berlaku.
• Persiapan : Menyiapkan bahan yang akan dikotribusikan serta memahami konteks budaya dan memperoleh persetujuan daripihak terkait.
• Pengisian metadata : Melengkapi deskripsi objek dokumentasi menggunakan format yang ditetapkan.
• Pengiriman materi : Mengunggah atau menyerahkan berkas dokumentasi beserta informasi pendukung.
• Peninjauan : Tim Tajau Cultural Archives meninjau kelengkapan dan kesesuaian materi.
• Arsip dan publikasi : Materi disimpan dalam arsip, dengan status publik atau terbatas sesuai kesepakatan.
Setiap objek dokumentasi minimal memuat:
• Judul atau nama objek
• Pelaku atau pihak yang terlibat
• Lokasi (tempat spesifik pelaksanaan/kampung atau desa/kecamatan/kabupaten)
• Waktu dokumentasi (tahun) dan waktu pelaksanaan objek
• Deskripsi singkat
• Fungsi atau makna budaya
Informasi tambahan seperti cerita lapangan, kondisi terkini, dan catatan reflektif sangat dianjurkan.
• Audio : format umum (WAV/MP3), suara jelas dan dapat dikenali.
• Video : format MP4 atau MOV, gambar stabil dan representatif dengan durasi maksimal 10 menit.
• Foto : JPEG/PNG, menampilkan konteks dan detail penting.
• Teks : catatan etnografi atau deskriptif tertulis yang jelas dan runtut.
Penamaan berkas dan keterangan harus sesuai dengan konteks dokumentasi untuk memudahkan pengarsipan.
• Mendapatkan persetujuan dari pelaku budaya atau narasumber terkait.
• Menghormati batasan adat, ritual, dan informasi sensitif.
• Tidak memanipulasi atau mengubah makna praktik budaya.
• Menyebutkan sumber dan pihak terkait secara layak.
Status hak cipta setiap materi harus dijelaskan saat pengiriman. Akses terhadap arsip dapat bersifat terbuka atau terbatas, tergantung pada kesepakatan dengan pemilik pengetahuan dan pertimbangan etika. Penggunaan ulang materi wajib mencantumkan sumber dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Panduan ini menjadi acuan bersama dalam menjaga kualitas, etika, dan keberlanjutan arsip Tajau Cultural Archives. Dengan partisipasi yang bertanggung jawab, arsip yang dihimpun diharapkan dapat menjadi simpul pengetahuan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan kebudayaan di Kalimantan Timur.